Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

Bagi Anda yang sudah mempunyai Senapan Angin Gejluk, tentu Anda sudah paham bagaimana cara menggunakan senapan angin ini. Namun jika Anda ditanya bagaimana sistem kerja Senapan Angin Gejluk sehingga dapat melontarkan peluru? Tentu masih banyak diantara Anda yang mengalami kebingungan.

Memahami sistem kerja senapan angin bisa dibilang cukup penting supaya kita dapat mengetahui mana saja komponen yang wajib ada. Mana juga komponen yang dapat dihilangkan. Memang terdengar sangat sederhana, tetapi penting.

Ya, setiap angin mempunyai cara kerja yang tersendiri. Meskipun secara umum, semua jenis senapan angin bekerja dengan menggunakan prinsip ilmu fisika. Misalnya saja pada Senapan Angin Gejluk yang menggunakan angin yang sudah dimapatkan di dalam tabung dengan melalui proses pompa “Gejluk”.

Senapan Angin Gejluk juga biasa disebut dengan gejluk, kocrok, locok atau senapan angin pompa kaki yang mempunyai cara kerja yang sangat sederhana. Jenis senapan ini bekerja dengan cara menggunakan angin yang telah dimapatkan di dalam tabung untuk dapat melontarkan peluru sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

 

 

Biasanya untuk kecepatan atau speed nya bisa sampai 1, 2, 3, atau 4 kali. Ada pula beberapa tipe yang mempunyai kecepatan sampai speed 7 kali. Hal ini tergantung dari berapa operan gigi atau grill yang Anda pilih. Adapun cara kerja Senapan Angin Gejluk adalah sebagai berikut :

  1. Setiap peluru yang akan ditembakkan oleh senapan angin harus mempunyai energi

Energi disini wajib dimiliki, jika tidak maka peluru nantinya tidak akan pernah bisa terlontar. Energi tersebut bisa didapatkan dari tekanan udara yang ada di dalam tabung. Untuk jenis senapan angin gejluk, tekanan udara bisa didapatkan dengan cara memompa tuas pompa naik turun atau gejlukkn sampai beberapa kali.

Untuk berapa kali jumlah gejluknya tentu tergantung dari besarnya tabung. Bisa sampai 400 kali dan bahkan juga bisa sampai 1000 kali. Namun yang pasti sebaiknya Anda isi tabung udara dengan tekanana udara bisa mencapai maksimal.

  1. Semua komponen bekerja sebagai satu kesatuan

Senapan Angin Gejluk mempunyai beberapa komponen utama yang sudah seharusnya bekerja sebagai satu kesatuan. Beberapa komponen utama tersebut adalah pompa, tabung udara, laras senapan, katup udara dan juga peluru yang harus sesuai dan dalam kondisi normal.

Hal ini karena masing-masing menerapkan prinsip fisika dengan peranan yang tersendiri yang menjadikan Senapan Angin Gejluk dapat bekerja maksimal.

  • Komponen tuas pompa mempunyai fungsi untuk dapat menekan katup masuk udara untuk kemudian dimampatkan ke dalam tabung udara senapan angin. Dari sinilah letak perbedaan antara senapan angin jenis gejluk dengan senapan jenis lainnya. Misalnya saja dengan multipump, ia akan menekan udara dengan cara memompa memakai pompaan tangan. Sedangkan pada jenis gejluk memakai sistem pengisian angin dengan cara menekan tuas pompa naik turun.
  • Komponen tabung udara mempunyai fungsi untuk dapat menyimpan udara yang sudah dimapatkan oleh tuas pompa yang nantinya memiliki fungsi untuk dapat mendorong peluru. Pastinya semua jenis senapan angin akan menerapan prinsip semacam ini.
  • Katup udara berfungsi untuk dapat memisahkan tabung penyimpanan udara dengan udara yang ada di luar dan juga tabung udara dengan ruang laras senapan.
  • Laras senapan angin mempunyai fungsi untuk dapat menempatkan peluru dan juga mengarahkan kemanakah arah tembakan.
  • Terakhir untuk peluru, harus bisa melalui laras dengan jalur tempuh yang seimbang di dalam laras senapan. Inilah mengapa peluru atau mimis telah dibuat dengan sedimikian rupa.

Apabila semua komponen di atas dalam kondisi normal, maka sudah pasti Senapan Angin Gejluk bisa bekerja lebih maksimal. Begitu sebaliknya, jika salah satu mengalami kendala maka senapan angin tidak akan bisa bekerja.

  1. Udara hanya boleh keluar ketika pelatuk ditarik

Itulah yang menjadi alasan mengapa di dalam ujung tabung senapan diletakkan katup searah. Fungsinya tak lain adalah untuk dapat menahan udara yang masuk. Lalu mengeluarkan udara ketika pelatuk. Jika pelatuk searah di buka maka udara di dalam tabung senapan akan keluar untuk menuju larasa senapan angin mendorong peluru.

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

Begitu pula saat peluru dimasukkan ke dalam laras senapan angin, peluru harus terlebih dahulu didorong masuk ke dalam supaya posisinya tidak terbalik. Apabila posisinya terbalik, maka peluru tidak akan dapat dilontarkan.

Dengan peluru yang sudah dibentuk secara khusus, dimakan dasar peluru bidang memiliki tujuan untuk dapat memaksimal dorongan udara. Bagian ujung peluru yang lancip juga memiliki tujuan untuk dapat memudahkan dalam menerobos udara ketika ditembakkan.

  1. Senapan angin juga berkerja dengan menerapkan prinsip rekayasa fluida pneumatik dan proses kerja mekanik

Energi potensial yang telah dibentuk oleh tekanan udara di dalam tabung senapan angin akan mendorong peluru ketika katub dibuka. Katub hanya akan terbuka secara sempurna ketika pelatuk di tarik. Lalu udara yang keluar akan melalui laras senapan dan mendorong peluru terlontar.

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

 

Peluru yang dilontarkan oleh laras senapan angin akibat dorongan udara dari tabung yang mempunyai kecepatan dan massa. Dan karena mempunyai massa maka peluru juga mempunyai momentum.

Maka dari itu, dalam ilmu fisika kita bisa mengartikan bahwa peluru yang telah dilontarkan oleh senapan angin gejluk ini mengandung Vt (Kecepatan), V0 (Kecepatan awal), m (massa) dan juga s (jarak tempuh). Masing-masing bisa kita ukur secara akurat.

Seperti misalnya untuk dapat mengukur jarak jangkauan peluru, meskipun pada Senapan Angin Gejluk daya jangkau telah tertulis sampai 150, sebenarnya bisa kita buktikan dengan cara mengukur berapa tekanan angin dan juga massa pelurunya.

Demikian sebaliknya, untuk mengukur tekanan angin bisa dilakukan dengan cara menghitung daya jangkauan peluru.

Prinsipnya, semakin besar tekanan angin untuk mendorong peluru maka akan semakin jauh juga peluru yang dilontarkan.

Itulah mengapa jika kita sering menggunakan gigi penuh atau speed 4 mislnya, angin yang terdapat pada Senapan Angin Gejluk akan sangat cepat habis. Namun dengan speed  4 ini kita mampu melumpuhkan babi hutan.

Teori yang kami sampaikan diatas jika kita aplikasikan pada Senapan Angin Gejluk Pasopati Dual Power, yang mempunyai kapasitas tekanan angin sebesar 2700 PSI maka kita bisa menghitung berapa kali tembakan tembakan senapan angin yang satu ini jika angin terisi secara penuh.

Jawabannya tergantung dari berapa banyak tekanan angin yang Anda keluarkan untuk sekali tembak. Jika Anda memaksimalkan kecepatan peluru sampai 1150 fps pastinya hanya akan mampu untuk 25 sampai 30 kali tembakan saja.

Untuk dapat mengisi sampai dengan penuh maka dibutuhkan sampai 2000 tumbukan tetapi dengan catatan Anda harus melakukan dengan benar.

Cara Pengisian Angin Pada Senapan Angin Senapan Angin Gejluk

Berapa kali “Gejlukan” supaya tabung senapan angin dapat terisi secara penuh? Hal ini tergantung dari berapa kapasitas tabung senapan Angin Anda. Semakin besar tabungnya maka semakin banyak juga gejlukan yang harus Anda lakukan secara manual.

Misalnya saja untuk tabung dengan kapasitas tekanan angin sebesar 2700 PSI maka dibutuhkan 2000 tumbukan sampai bisa terisi penuh. Apabila Anda menarik pompanya hanya setengah saja, pastinya Anda membutuhkan lebih banyak dari itu. Untuk dapat mengisinya, Anda bisa lakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Tarik Pompa dan Gejlukkan

Untuk melakukan pemompaan pada Senapan Angin Gejluk, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka pengunci pompa yang ada di bagian ujung senapan angin. Arahkan senapan angin hingga terbalik ke arah tanah, kemudian injak besi pengunci

Selanjutnya tarik badan senapan angin ke atas tetapi dengan tetap menginjak pengunci pompa  sampai berbunyi “ces” kemudian “gejlukkan” dengan kencang sampai berulang kali. Seperti halnya saat Anda memompa ban motor atau sepeda.

  1. Pompalah sampai laras senapan terasa hangat

Mungkin bisa sampai 40 kali, 50 kali atau bahkan 60 kali, tergantung dari senapan angin Anda sendiri. Ketika Anda sudah merasakan demikian maka berhentilah sebentar untuk dapat mendinginkan senapan angin selama kurang lebih 5 sampai dengan 10 menit. Kemudian setelah itu, baru bisa Anda lanjutkan kembali.

Spesifikasi Senapan Angin Gejluk Pasopati Gamo

 

  1. Jika tabung sudah terisi penuh kaitkan kembali pengunci pompa

Jika Anda mengalami kendala ketika hendak mengkaitkan, lakukan dengan cara tarik setengah pompa kemudian gejlukkan dengan keras hingga beberapa kali. Ini akan memaksa angin untuk masuk seluruhnya ke dalam tabung dan Anda baru bisa mengaitkan kembali pengunci pompa.

Namun yang perlu Anda ingat bahwa tida ada standar baku berapa kali Anda harus mengejlukkan, semua tergantung dari besarnya tabung dan juga besarnya angin yang masuk untuk sekali pompa.

  1. Segera isi senapan angin yang baru datang

Mengisi senapan angin yang baru pertama kali datang sangatlah penting. Mengapa demikian? Hal ini karena senapan angin yang baru dibeli biasanya hanya diisi dengan 200 sampai 300 kali gejlukan saja oleh para penjual saja.

Disamping itu, mengisi secara penuh Senapan Angin Gejluk yang baru saja dibeli bertujuan untuk dapat mengidentifikasi apakah semua komponen dapat bekerja sebagaimana seharusnya atau tidak.

Jika tabung sudah terisi secara penuh, Anda bisa gunakan senapan angin tersebut untuk beberapa kali tembakan. Biasanya satu kali saja sudah cukup untuk melakukan kegiatan berburu.

Selain memompanya dilakukan secara manual, Anda juga dapat mengisinya ditempat pengisian senapan angin PCP. Namun, tetap ada beberapa catatan penting yang perlu Anda perhatikan selama melakukan pengisian :

  • Jangan sampai mengisi menggunakan oksigen yang murni (O2), karena ia sangat mudah sekali terbakar.
  • Jangan sampai buka penuh regulator angin, jika tabung senapan berisi lebih dari 2000 PSI. Cukup lihat melalui manometer tekanan saja.

Untuk dapat menggunakan senapan angin gejluk, Anda bisa mulai dengan membuka grendel kemudian tarik free. Baru setelah itu dilanjutkan dengan cara menarik grendel speed. Silahkan atur sendiri sesuai dengan target buruan Anda. Namun jika Anda masih belum paham, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Cara Kerja Senapan Angin Gejluk

Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk Dengan Baik Agar Tepat Sasaran

Perlu Anda ketahui bahwa cara kerja Senapan Angin Gejluk ini berbeda halnya dengan senapan angin multipum, terdapat grill gigi yang dapat mengatur kecepatan peluru. Jadi jangan sampai Anda menembak burung dengan kecepatan atau speed penuh. Hal ini karena hanya akan membuang-buang angin saja, ataupun menembak babi hutan dengan kecepatan 1 karena ia tidak akan bisa lumpuh.

  • Masukkan peluru dan Anda harus pastikan bahwa peluru tersebut benar-benar masuk. Kemudian kunci grendelnya supaya peluru tak terbalik.
  • Gunakanlah peluru dengan kaliber 4.5 mm. Terkecuali jika Anda sudah mengganti lup menjadi jauh lebih besar. Pastinya Anda harus ingat bahwa kaliber peluru yang lebih dari 4.5 mm harus mendapat ijin dari pihak berwenang terlebih dahulu.
  • Pada umumnya speed 1 sampai 2 itu untuk burung, tupai ataupun hewan kecil yang lainnya. Speed untuk 3 sampai 4 untuk biawak, kera, musang atau hewan yang seukuran lainnya. Sedangkan speed 5 sampai 7 adalah untuk hewan yang lebih besar seperti babi hutan.

Jika Anda tidak ingin menggunakan senapan angin Anda atau ingin disimpan cukup lama maka sebaiknya senapan angin tersebut disimpan dalam kondisi tabung yang tidak terisi penuh. Hanya sekitar 200 sampai 300 gejlukan saja dan dalam kondisi gigi tidak aktif. Hal ini akan sangat baik untuk kemanan dan dapat menjaga kualitas dari senapan angin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat